Sidrap

[Sidrap][bleft]

Politik

[Politik][bleft]

Lingkungan

[Lingkungan][bleft]

Pemda Sulsel, Anggota Komisi VIII DPR dan BNPB Gelar Manajemen Bencana



KabarSidrap.com - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo mendapat apresiasi dari Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah atas inisiasi BNPB dalam memberikan pembelajaran penting mengenai penanggulangan bencana bagi Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) melalui Penataran Manajemen Penanggulangan Bencana di Makassar, Senin (10/2/2020).

Menurut Nurdin, kegiatan penataran yang mengambil tema “Penanggulangan Bencana Urusan Bersama” tersebut merupakan kali pertamanya dihelat di Sulsel, dan pertama kali di Indonesia.

“Penataran manajemen penanggulangan bencana bagi Sulsel ini adalah pertama kalinya. Oleh karena itu, terima kasih kepada Pak Letnan Jenderal TNI Doni Monardo atas inisiasinya untuk wilayah kami,” ucap Nurdin.

Pertemuan yang dihadiri oleh seluruh Kepala Daerah Kabupaten/Kota dan kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) se-Sulsel tersebut menjadi penting mengingat adanya potensi ancaman bencana yang beragam di Bumi Hasanuddin tersebut.

Adanya pertemuan tersebut ini menjadi wujud sinergi pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam rangka melindungi segenap warga dari ancaman bencana.

Sinergi tersebut tentu juga lebih meringankan beban dalam penanggulangan bencana baik saat sebelum bencana, pada masa tanggap darurat hingga setelah bencana dan pemulihan.

Sehingga melalui kegiatan tersebut juga diharapkan dapat membekali pemerintah daerah tentang bagaimana dan apa saja yang harus dilakukan yang kemudian dirinci ke dalam manajemen kebencanaan.

"Saya yakin jika kita bersinergi maka beban menjadi semakin ringan. Hal ini kita harus rawat sehingga masyarakat kita bisa terlayani. Dan melalui penataran ini dapat memberikan bekal bagi kami dalam menghadapi potensi ancaman bencana yang bisa saja terjadi,” tambah Nurdin.

Anggota Komisi VIII Dapil Sulawesi Selatan II, Samsu Niang yang turut hadir dalam penataran tersebut juga memberikan apresiasi kepada BNPB, terlebih hal tersebut sekaligus menjadi suatu kehormatan dan kebanggaan bagi Sulsel sebagai contoh yang dapat dilakukan oleh wilayah lain di Indonesia.

"Saya bangga karena penataran ini menjadi yang pertama dilakukan di Indonesia. Semoga hal ini bisa menjadi contoh yang bisa dilakukan juga oleh BPBD se-Indonesia untuk melakukan sesuai apa yang menjadi tupoksinya,” ungkap Samsu.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala BNPB Doni Monardo mengajak seluruh komponen baik dari pemerintah hingga masyarakat agar menerapkan apa yang telah diajarkan dalam agama tentang bagaimana seharusnya manusia yang baik dalam hidup berdampingan dengan alam.

"Saya mengajak agar kita semua kembali memahami apa yang telah dianjurkan oleh agama Islam terkait Hablum Minal Alam. Yaitu tentang hubungan manusia dengan alam,” ungkap Doni.

Doni mengatakan, apa yang menjadi faktor terjadinya bencana alam tak lain adalah karena kerusakan alam yang terus terjadi karena manusia lupa dengan apa yang diajarkan agama tersebut sehingga kerusakan alam juga menjadi faktor terjadinya perubahan iklim yang berdampak luas secara global.

“Kerusakan alam ini menyebabkan adanya perubahan iklim yang pada saat ini kita rasakan. Global Warming Bukan Omong Kosong!" tegas Doni.

Melihat fenomena tersebut, Doni lantas mengajak seluruh komponen agar memikirkan langkah konkret dan strategi jangka panjang dalam mencari solusi yang permanen dengan cara pengecegahan, mitigasi dan juga pengurangan risiko bencana dengan meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan.

“Kita harus memikirkan strategi jangka panjang. Ini masalah permanen maka dari itu solusi juga harus permanen. Kita harus berpikir bagaimana menyiapkan bangsa ini agar dapat menghadapi ancaman bencana bukan untuk satu tahun, dua tahun tapi ratusan tahun yang akan datang,” imbuh Doni.  *Idin


Tidak ada komentar: