Sidenreng Rappang (Sidrap)

[Sidrap][bleft]

Agribisnis

[Agribisnis][bleft]

Politik

[Politik][bleft]

Nasional

[Nasional][bleft]

Ary Ginanjar Agustian Paparkan Filosofi 'Akar Pohon Bambu' Untuk Penguatan Kaderisasi Pemuda Pancasila

Share this post


NASIONAL, KABARSIDRAP.COM - Majelis Pimpinan Nasional (MPN) Pemuda Pancasila terus berupaya mengubah citra Organisasi Kemasyarakatan yang dipimpin KPH Japto Soelistyo Soerjosoemarno sebagai Ketua Umum MPN Pemuda Pancasila.


Karena itu, dalam acara Pleno I dan Rapat Koordinasi MPN Pemuda Pancasila, yang berlangsung di Hotel Bumi Wiyata, Depok, Jum'at (2/4/2021), jajaran pengurus MPN Pemuda Pancasila mendapatkan materi dari motivator ternama Indonesia, Ary Ginanjar Agustian.


Dengan tema 'Pemantapan Grand Strategi Mencetak 10 Juta Kader Ormas Pemuda Pancasila', Ary Ginanjar yang juga merupakan Wakil Ketua Dewan Pakar Ormas Pemuda Pancasila Tingkat Nasional Periode 2019-2024 menyampaikan bahwa pondasi organisasi adalah hal yang penting.


"Pada tahun 1923 ada gempa yang sangat hebat di Jepang. Semua gedung-gedung itu runtuh, kecuali cuma satu gedung saja, imperial palace hotel. Dilakukan riset kenapa gedung ini kok tetap tegak, akhirnya ketemu, pondasi," ujar Ary.


Ary juga mengungkapkan soal kuatnya akar pohon bambu, yang juga dia anggap bisa menjadi contoh supaya suatu organisasi bisa memiliki pondasi yang kuat layaknya akar pohon bambu.


"Pohon bambu itu sebelum dia tumbuh menjadi batang, akarnya saja itu tumbuh selama 5 sampai 7 tahun. Artinya bahwa akar itu adalah pondasi dari organisasi. Jangan sampai nanti tahun 2024 jumlahnya (Anggota PP) 10 juta atau mungkin 20 juta, tapi kita kehilangan akarnya," kata Ary.


"Mungkin nanti kita bisa katakan kita sudah punya pesawat terbang, sudah punya meriam, sudah punya industri, tapi jangan lupa Pancasila sebagai dasar negara. Anda bisa bayangkan kalau suasana ini sampai ke seluruh pemuda, 10 juta insya Allah akan gabung (Pemuda Pancasila)," ucap Ary.


Menurutnya, itulah spirit yang harus dipertahankan oleh Ormas Pemuda Pancasila. "Spiritual capital, emotional capital Pemuda Pancasila, sifatnya pemberani, siap tempur, siap berkorban, tapi punya jiwa yang lembut," katanya.


Ary menilai, saat ini sebagian rakyat Indonesia hampir melupakan Pancasila. Tapi, lanjut Ary, ada sekelompok orang yang terus memasang gambar Pancasila di dadanya.


"Kalau sekiranya ini masyarakat tahu apa yang dilakukan Pemuda Pancasila, saya kira berbondong-bondong orang mau daftar. Tapi sekarang bagaimana komunikasinya supaya ini bisa menjadi kenyataan," imbuhnya.


Pendiri ESQ Leadership Center ini pun mengaku telah mengusulkan kepada Ketua Umum MPN Pemuda Pancasila Japto Soelistyo Soerjosoemarno, supaya Ormas Pemuda Pancasila juga mengedepankan hati.


"Jadi dengan cara seperti ini maka nanti otomatis mindsetnya nanti akan berubah. Keberaniannya tetap, militansinya tetap, kemampuan olahnya tetap, tapi dikendalikan oleh hati. Nah ini yang kita usulkan," pungkas tokoh pembangunan karakter itu. *HP


Tidak ada komentar: