Sidenreng Rappang (Sidrap)

[Sidrap][bleft]

Agribisnis

[Agribisnis][bleft]

Politik

[Politik][bleft]

Nasional

[Nasional][bleft]

Menyongsong Indonesia Emas 2045, Indonesia Harus Siapkan Kualitas SDM Yang Berlandaskan Nilai Moral Bangsa

Share this post

 



NASIONAL, MEDIAMAKASSAR.COM
 - Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah penduduk terbanyak di dunia, dengan jumlah penduduk sebanyak 274,9 juta yang didominasi oleh usia muda. Pada tahun 2045 Indonesia akan dihadapkan dengan Bonus Demografi yang berarti bertambahnya jumlah penduduk di usia produktif.

Waki Ketua DPR RI, Dr. Azis Syamsuddin pada Seminar Merajut Nusantara yang di gelar oleh Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi Kementerian Komunikasi dan Informasi (BAKTI Kominfo) dengan Tema “Pemuda di Tengah Derasnya Arus Informasi dan Ancaman Bonus Demografi” mengatakan, bonus demografi yang akan menjadi suatu antisipasi dalam upaya menyiapkan kualitas sumber daya manusia pada usia produktif harus dikuatkan dan harus ditingkatkan, sehingga apa yang menjadi hambatan-hambatan persaingan di tingkat Internasional dapat kita kompetiti dan kita lakukan dengan cara berkelanjutan dan berkepanjangan.

“Di samping menyiapkan teknologi kita juga harus menyiapkan moral nilai-nilai luhur bangsa, yaitu Pancasila, UUD 1945, dan Bhineka Tunggal Ika,” ucap Azis Syamsuddin, Jakarta (24/04/2021).

Ia pun menghimbau, diperlukannya komitmen dalam penjagaan terhadap nilai-nilai luhur bangsa secara bersama-sama.

Hadir pula KRMT Roy Suryo selaku Pakar Telematika Indonesia, ia mengatakan, revolusi industri atau revolusi komunikasi telah mempermudah dan menyatukan kita dalam berkomunikasi, namun banyak akun media sosial tidak resmi yang menyebarkan berita-berita bohong (hoax). Inilah yang membuat kita dihadapkan oleh tantangan cultures changes.

“Dalam menghadapi revolusi tersebut kita ditantang untuk harus bisa menghadapi interaksi baru ini, kalau tidak kita akan ditinggal oleh teknologi dan dikuasai oleh teknologi.” Katanya.

Ia menyebutkan beberapa cara dalam menghadapi era industri 4.0 dan society 5.0, yaitu dengan cara meningkatkan literasi data, literasi teknologi, dan literasi manusia.

Sementara itu, Pengamat Sosial Budaya, Edward Rasyid yang turut hadir dalam seminar tersebut menyebutkan adanya dampak positif dan dampak negatif pada bertambahnya usia produktif di Indonesia.

“Keberhasilan membawa pemuda menjadi salah satu kunci sukses dalam pembuatan bonus demografi. Namun sayangnya potensi tersebut juga bisa menjadi bencana demografi apabila kita tidak memanfaatkan bonus demografi tersebut dengan baik. Negara akan terbebani dengan membludaknya angka tenaga kerja yang tidak sesuai dengan lapangan kerja yang tersedia. Maka dari itu kita berharap tersedianya lapangan kerja yang banyak untuk pemuda kita di masa yang akan datang.” katanya.

Dalam akhir paparannya ia berharap, sebagai bangsa yang besar semoga bangsa kita dapat mengambil momentum bagi bonus demografi yang merupakan suatu berkah yang harus kita syukuri, karena tidak semua negara memiliki berkah seperti di negara kita. *Ndi

Tidak ada komentar: